+62 821-1040-9641 [email protected]
1:20 AM.Aku rasa malam mulai keriput pada kombinasi angka yang tertera di pojok kanan komputer basecamp. Sementara mata masih benderang menerawang, mengeja kata demi kata. Ah, benar yang Mak bilang, bahwa hidup bukan sekadar senang-senang.
Ramadhan telah usai separuh. Itu artinya, gerbang lebaran akan segera dibuka. Entahlah …aku seperti menanam tak suka pada lebaran. Bukan mauku, tak suka itu datang sendiri tanpa pernah aku undang, apalagi aku inginkan. Sama halnya dengan cinta. Kata orang, cinta seperti angin, tak sopan. Datang dan pergi tanpa permisi.Tapi lain dengan tak sukaku pada lebaran. Rasa itu kekal, menjelma kerak di sudut-sudut hati. Ah, angka 20 kini berganti 27. Makin larut.
Mak … apa kabarmu di sana? Apakah rimba talau di belakang dangau kita masih rimbun? Juga semak-semak kaladi liar yang tumbuh di sepanjang sungai dekat dapur kita? Aku rindu, rindu pada aroma usang kain sampingmu. Rindu pada pucuk-pucuk nangka yang nakal menjuntai sampai ke kasau lopou kita. Rindu sekali.
Mak … tahukah engkau, bahwa kalender CJ Feed Indonesia yang dibawa bosku ke basecamp telah penuh coretan tangan nakalku. Lihatlah angka 1 di bulan Agustus yang aku lingkari dengan tinta warna merah itu. Mak pasti akan sumringah bila rahasia yang aku kubur dalam lingkaran itu kuungkap. Baiklah, aku tak mau jadi durhaka karena ulahku tanya beranak-pinak dalam kepalamu. Itu adalah tanggal kepulanganku untuklebaran tahun ini.
Tadi, pusat perbelanjaan di kotaku penuh dan seakan hoyak seperti aku meng-hoyak rumpun-rumpun talau sembari menjaga kambing-kambing kita dulu. Aku sengaja datang, memilih dan memilih sepatu pesanan Rafli. Tak apalah, Mak. Aku tahu engkau pasti tak setuju bila tahu adikku itu mengirim pesan singkat berisi wasiat. “Da … kalau pulang lebaran, belikan awak sepatu nomor 36 warna hitam.” Ah, Mak. Tak apalah, meski setiap kali aku berkirim tak banyak rupiah, kau selalu marah, namun aku tahu, dan aku dapat merasai … ini adalah bagian dari tanggung jawabku. Soal kuliahku, tak perlulah Mak risau. Saat ini, ketika mataku jemu dengan serbuan huruf-huruf, dan kepalaku pekak, mataku penat, tapi bibirku, Mak. Bibir ini menjadi alasanku untuk tak memejam hingga sahur nanti. Bibir yang aku latih untuk tersenyum bersanding dengan senyummu nanti, di kampung kita.
Mak jangan sedih. Aku bersuka melakukan pekerjaanku. Oh, bukan pekerjaan, tapi kegemaran. Satu lagi kabar gembira yang akan menjadi oleh-oleh rantau di tahun ini. Bukan sarjana, bukan sama sekali. Tapi … calon sarjana. Skripsiku sudah bab IV, itu artinya tinggal dua bab lagi aku akan segera disidang. Ah, Mak. Berat nian rasanya menuntaskan ini semua. Tapi seperti pesanku tempo hari, tak perlulah Mak bersedih, waktu akan menjadi penjawab paling bijak dari semua urusanku. Bukankah dari dulu aku seperti ini? Dan aku masih hidup di bumi Allah ….
Aku yakin, telekung yang aku kirim tahun lalu masih rapi dalam lemari kain kita. Mak lipat di sana, beserta doa untukku, juga adik-adikku. Lebaran ini Mak bukalah lagi lipatannya. Aku ingin melihat rerupa cantikmu ketika kain yang kutebus dengan keringat mentahku itu melingkar di kepalamu dan menjuntai hingga kaki, di hari lebaran nanti.
Mak … aku segera pulang. Kelapaku sudah amat rindu merasai setiap jengkal usapan tanganmu. Juga hasrat ingin tidur barang beberapa detik saja di pangkuanmu.Bermanja-manja ….
Banten Muda, 29 Juli 2013 1:47 AM
TINGGALKAN KOMENTAR

TULISAN TERKAIT:

Aku Ingin Tua dan Mati di Kampung Kita Tahun-tahun usai dan datang kembali, dan aku kian tua di sini. Di dadaku, Mak, tumbuh subur sebatang pohon. Pohon berdaun lebat dan akar kokoh m...
MANTAN 4L4Y Bererapa minggu ini gue paling jijik yang namanya Alayer! Bukannya gue sok iya ato mau merasa paling bener sih. Tapi sumpah, di beranda Facebook gue...
Maaak, Buyung Masuk Koran Kalo baca judul postingan gue ini, mencerminkan kalo gue narsis banget ya? Hahaa, sabodo teuinglah! mao bilang gue narsis, monggo! mau bilang gue peme...
Jangan Putus Asa, Percayalah dengan Kemampuanmu! Jangan Putus Asa, Percayalah dengan Kemampuanmu!  Bib... bib...  Hape cakep saya berdering dua kali. Ada SMS masuk, seperti ...
Alhamdulillah Yah, Teparnya Sesuatu Banget Arrgh, kalo kata-kata lain selain tepar, sekarat, mual, dan mencret-mencret yang bisa menggambarkan keadaan gue saat ini, GUE pilih kata itu! (╯︵╰) ...
Hepi Bes De, Ahmad Nurul Huda ‘Uyung’ Hepi Besde, Uyung Gue tipe orang yang suka berteman. Dengan siapapun! Gak peduli dia orang kaya, gaul, pinter, oon, introvert, tukang ngut...
Alam Takambang Jadi Guru Alam Takambang Jadi Guru Kamis, 24 Januari 2013 Hari ini adalah hari bersejarah bagi saya. Hari di mana saya memasuki babak baru dalam pe...
April yang socwiiit Alhamdulillah... April yang socwiiit; tulisan dan cerpen gue nongol di 3 media papan atas *ouyeee? iyain aja siy!* negeri ini. Hahahaaaa. Sueneng...