+62 821-1040-9641 [email protected]
Sobat, merasa sering bingung ketika menulis pada saat di akhir cerita agar ending dari cerita yang kita buat menjadi lebih menarik dan greget? Nah secara teori, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan loh pada saat pembuatan ending :
 1. Ending hendaknya berhubungan erat dengan konflik yang kita munculkan di awal cerita, ini dapat kita lihat pada ahsanul qoshosh (the best story) dalam Al-Quran surat Yusuf. Awal cerita ada pada ayat ke-3 (dua ayat pertama adalah endorsment Allah tentang kisah ini) yang menceritakan mimpi Yusuf kecil. Kita baru menemukan jawaban dari makna mimpi itu pada ending cerita, yaitu ayat ke-100, di sana disinggung lagi tentang mimpi itu.
Dari sini kelihatan banget kalau Al-Quran sangat bisa dijadikan rujukan penulisan. Secara … memang di dalam Alquran itu banyak cerita, kisah dan sejarah yang kalau diperhatikan maka teknik penulisannya tingkat tinggi dan selalu mempunyai ending yang baik.
Jadi terinspirasi untuk belajar lebih jauh teknik menulis dari AlQuran kan?
2. Ending jangan terkesan kita paksakan atau kita dramatisir, melainkan tetap dalam bingkai “kausalitas” (sebab-akibat). Jadi antara adegan satu dengan adegan yang lain dalam alur cerita itu harus logis, jangan sampai buat kejutan yang tidak rasional, alias “teori mati”, yaitu rata-rata para penulis pemula, karena tidak tahu cara mengakhiri cerita, maka mereka matikan sang tokoh, baik itu ditabrak mobil, disambar petir, jatuh dari tangga, dst. Biasa banget nih dalam sinetron -sinetron.
 3. Ending harus memiliki “suspense” (kejutan) yang membuat kita terkejut, terpesona, terharu, marah, gembira, dst.
4. Ending hendaknya sesuai dengan bangunan cerita, kalau cerita kita memang lebih dominan kesedihan, elegi, maka buatlah sad ending, sebaliknya kalau dominan ceritanya gembira, maka buatlah happy ending, jangan sampai dari awal kita ajak pembaca mengharu biru, eee, pada kalimat terakhirnya, kita ajak tertawa terpingkal-pingkal.
5. Ending itu beragam, cuma secara global ada yang bersifat tertutup, alias inti cerita atau konflik kita selesaikan di sana, namun ada yang terbuka, membiarkan para pembaca untuk melanjutkannya, namun jenis kedua ini, kita harus hati-hati, sebab bila tidak tepat, justru itu akan meruntuhkan bangunan cerita sebelumnya
Ah masih banyak kalo teori, mendingan langsung yang praktis aja:
1. Coba cari kumcer baik dalam bentuk buku, e-book, maupun di blog, coba cari 10 cerpen, lalu baca keseluruhannya, setelah baca semua, coba fokuskan pada endingnya, lalu bandingkan satu sama lainnya, maka Sobat Nida akan menemukan cara membuat ending yang baik.
2. Agar pembelajaran tersebut (nomor 1) efektif maka cobalah cari cerpen yang memang menurutmu bagus, atau menurut orang lain bagus. Terus bagaimana cara menentukan bagus atau tidaknya? Pertama cerpen itu pemenang lomba, dimuat di media yang memang nomor satu, misalnya Horison, Annida-Online (iklan sembunyi-sembunyi), atau penulisnya memang sudah diakui banyak orang, misalnya mbak Helvy Tiana Rosa, Muhammad Yulius dst.
3. Baca kembali cerpen-cerpenmu, lalu lakukan hal yang sama terhadap cerpenmu lihat alur ceritanya, selanjutnya fokus pada ending. Yakin deh kamu bisa menemukan sesuatu pada cerpenmu. Bila sudah ketemu, baru kamu bandingkan, hasil temuanmu pada cerpen2 orang lain; Selamat mencoba!
Annida
TINGGALKAN KOMENTAR

TULISAN TERKAIT:

Tips Agar Tokoh Cerpenmu ‘Kuat’ dan ‘Hidup’... Tips Agar Tokoh Cerpenmu ‘Kuat’ dan ‘Hidup’*Oleh Setiawan Chogah-Dimuat di Annida-Online, 15 Mei 2011  (postingan dengan teks asli)   &...
Jangan COPAS Blog Gue! Jangan COPAS Blog Gue! Peliss!!! Sob, lo pasti jengkel bin sebel kan kalo postingan blog lu di copy paste sama orang lain tanpa mencantumkan s...
PUNYA BANYAK TEMEN ITU ASYIK Sumber; Annida  Siapa sih yang nggak pengen punya banyak temen, hari-hari jadi heppy, indah, berwarna. Kita juga bisa jadi orang yang banyak d...
Tips Sederhana Penulisan Artikel Non Fiksi Sobat lebih suka menulis artikel nonfiksi atau fiksi? atau suka dua-duanya? Bagi Sobat yang suka banget menulis artikel nonfiksi ada beberapa kiat da...
Semua Bisa jadi Penulis “Cerita-cerita memiliki kekayaan yang melebihi kenyataannya. Tulisan saya mengetahui lebih banyak daripada saya. Yang harus dilakukan seorang penulis ...
JURUS MENEMBUS MEDIA Setiap orang bisa menulis. Untuk menjadi penulis yang baik, ketrampilan menulis harus terus menerus dilatih. Selanjutnya tetapkan tujuan, untuk apa m...
Tips Memikat Hati Redaksi Oleh: Setiawan ChogahSobat, apa yang kalian rasakan ketika cerpen kalian dimuat oleh sebuah media, entah itu majalah, tabloid, koran, maupun media onl...
Gak Pede? Self Talk Aja Lagi! Gak Pede? Self Talk Aja Lagi! Oleh Setiawan Chogah Sobat, jangan katakan kalau kalian belum pernah menonton film besutan hollywood yang dib...