+62 821-1040-9641 [email protected]
Temanya; Bersyukurlah Menjadi Perempuan.

Dalam rangka apaan, ya, biasanya harus dalam rangka, ya?

Pokoknya untuk lebih menguatkan lagi para perempuan kita yang terzalimi, teraniaya, terpinggirkan. Terutama untuk menginspirasi dan mencerahkan kaum perempuan sejagat!Bahwa kita, siapapun yang sedang ter…aniaya itu, harus bangkit dari ketakadilan yang dilakoninya. Harus kita semangati untuk bangkit dari keterpurukannya.

Bagaimana caranya?

Ya, marilah kita bagikan kisah inspirasi, kisah yang menyemangati, kisah yang mampu menggetarkan hati siapapun ketika membacanya, dan mengakhiri bacaannya itu dengan semangat, kemudian berkata:”Ya, kalau dia bisa seperti itu? Mengapa aku tidak bisa melakukannya? Dia pun perempuan, bahkan lebih parah keadaannya daripada diriku. Dia Bisa! Aku pun harus BISA!”

Mengapa BISA?

Karena kita makhluk bernama perempuan yang memiliki banyak kelebihan.

Kelebihan, ya? Apa coba?

Kita, perempuanlah yang melahirkan!

Memang masih bisa disebut lemah manusia yang mampu melahirkan? Alamaaaak, bodoh ‘kali itu, kalau berpikiran macam itu!

Kita, perempuanlah yang paling pertama mengetahui; bagaimana kondisi bayi kita, lah iyalah wong kita yang menyusui.

Terbukti, anak-anak kebanyakan lebih leluasa curhatan dengan ibunya daripada bapaknya. Gak percaya? Tanyakan saja kepada rumput yang bergoyang. Hehe!

Lanjut, ya, persyaratannya mudah sajalah, gak neko-neko.

WNI, di mana pun berada, asalkan bukan di akhirat, opppss…

Perempuan dan lelaki, silakan saja.

Waria, bencong, sebangsa Elthon Jhon atau si Fransiska itu loh, diharap nyingkiiiiir alias; Dilarang Ikutan!

Para perempuan mantan PSK yang taubatan nasuha, silakan, diterima dengan senang hati.

Tulisan berbentuk cerpen, tetapi dikemas seperti kisah inspirasi seperti Chicken Soup For The Soul. Dalam artian; tidak ada ngeseks, porno dan SARA.

Minimal 6 halaman sd 12 halamanwoed, times new roman, font 12, dan 1,5 spasi.

Boleh kisah pribadi atau kisah orang lain, lebih disukai memakai sudut pandang aku.

Kirimkan atau di-attach, bukan ditulis pada bodi email.

Sertakan biodata ringkas maksimal 5 baris saja. Rekening dan alamat lengkap jangan lupa juga.

Naskah yang masuk akan diseleksi sesuai standar penerbitan, dipilih 25 naskah terbaik.

Emailkan ke; [email protected]

Naskah yang terpilih akan menjadi sebuah buku antologi bersama Pipiet Senja.

Ada honorarium menanti. Disesuaikan dengan hasil nego dengan penerbit.

Tenggatnya kita patok 31 Mei 2011. Sudah, ah, begitu saja, ya Sis, Brur!

Salam Perempuan, eeh, perjuangan!

Pipiet Senja, ibu dua anak, manini dua cucu.
TINGGALKAN KOMENTAR

TULISAN TERKAIT:

Lomba Menulis Kisah Nyata Dunia Maya Lomba Menulis Kisah Nyata Dunia Maya Bismillahirahmanirahim Teman…. Banyak sekali kejutan di dunia maya, bukan sedikit para artis bisa t...
Ikutan Ajang Audisi Naskah Unyu AJANG Unyu, paliiiing UNYU Yang merasa masih unyu se-unyu-unyunya (meskipun udah momong 3 anak, yang penting masih ngerasa unyu), silakan ...
Lomba Novel Republika 2011 Republika menyelenggarakan Lomba Novel Republika 2011. Lomba ini terbuka untuk umum dan paling lambat naskah dikirim tanggal 15 Oktober 2011. Lebih le...
Curhatan Error Calon Penulis… Rubrik untuk S... Bagi yang bisa, belajar nulis itu gampang.Tapi buat yang nggak bisa, menulis itu kayak orang jantungan. Bikin kesel, keki, dan ribet... ngatur spasi-n...
AUDISI NASKAH KUMPULAN CERPEN ANAK FTS #1 (Diperpa... Hallo FTSners tersayang (ayyeh), salam Saluet buat semangat Sobat semua. Berdasarkan kesepakatan kita untuk bikin proyek antologi (keroyokan...
(LOMBA) Nulis Bareng dengan A. Fuadi Menulis Kisah Reflektif “Man Jadda Wajada” bareng A. FuadiTema: "Berjalan Menembus Batas" Yuk ikutan menulis kisah reflektif “Man Jadda Wajada” b...
Lomba Menulis Surat untuk Sahabat! Punya unek-unek tentang sahabat kamu? Punya sesuatu hal yang pengen banget kamu sampaikan ke orang yang selama ini dekat dengan kamu tapi nggak per...
LOMBA CERPEN Lomba Cerpen: “Peran Orang Tua di Balik Kesuksesan”.  Dalam rangka syukuran telah terbitnya buku kumcer Dhee Shinzy Y. yang berjudul “Sampai ...