+62 821-1040-9641 [email protected]
Lain Lubuk Lain Ikannya
*Sing Penting
Muludan
(Gen B Banten Pos Edisi Maulid Nabi) 
Doc. Pribadi
B-Ders, yang namanya ulang tahun
bawaanya pasti seru, ya? Kalo Gen B sih nggak seru lagi, setiap ada kru yang
ulang tahun, bawaanya laper aja! Pokoknya ulang tahun itu identik dengan
makan-makan. Hahaha. Makanya tuh, banyak kru Gen B yang kalo pas ultah suka
diem-diem pura-pura sakit. Hihihi.
Eits, tapi nggak boleh pura-pura
sakit dong ya kalo lagi ngerayain ulang tahun manusia paling berpengaruh di
dunia. Who is he? Yap! Dialah Baginda
Rasulullah Muhammad SAW, yang hari kelahirannya diperingati oleh umat muslim
seantero dunia ini, yang kalau di Tanah Air kita tercinta dikenal dengan
sebutan Maulid Nabi. B-Ders udah pada tau dong, kalau Rasulullah lahir di Kota
Makkah pada 12 Rabiul Awal di Tahun Fiil atau
tahun Gajah. Kalau di perhitungan kalender masehi, kelahiran Nabi bertepatan
pada tahun 571. 
 
Oh iya, sedikit info ya, kata
maulid atau milad dalam bahasa Arab
berarti hari lahir. Perayaan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di
masyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad wafat. Secara subtansi, peringatan
ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad.

B-Ders tau nggak, siapa pencetus
perayaan Maulid Nabi? Imam As-Suyuthi dalam kitab Husn Al-Maqosid fi Amal Al-Maulid menerangkan bahwa orang yang
pertama kali menyelenggarakan Maulid Nabi adalah Malik Mudzofah Ibnu Batati,
penguasa dari negeri Ibbril yang terkenal loyal dan berdedikasi tinggi.
Mudzorofah pernah menghadiahkan
sepuluh ribu dinar kepada Syekh Abu Al-Khatib Ibnu Dihyah yang telah berhasil
menyusun sebuah buku riwayat hidup dan risalah Rasulullah dengan judul At-Tanwir fi Maulid Al-Basyir Al-Nazir.
Pada masa Abbasiyah, sekitar abad
kedua belas masehi, perayaan Maulid Nabi dilaksanakan secara resmi yang
dibiayai dan difasilitasi oleh khalifah dengan mengundang penguasa lokal, lho,
B-Ders. Acara itu diisi dengan puji-pujian dan uraian Maulid Nabi, serta
dilangsungkan dengan pawai akbar mengelilingi kota diiringi pasukan berkuda dan
angkatan bersenjata. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan tradisi yang
sudah kental dan memasyarakat di kalangan kaum muslim. Not only di Indonesia, tradisi ini juga marak diperingati oleh umat
Islam berbagai dunia. Maulid dirayakan pada banyak negara dengan penduduk
mayoritas muslim di dunia, serta di negara-negara lain di mana masyarakat
Muslim banyak membentuk komunitas, contohnya antara lain di India, Britania,
dan Kanada. Partisipasi dalam ritual perayaan hari besar Islam ini umumnya
dipandang sebagai ekspresi dari rasa keimanan dan kebangkitan keberagamaan bagi
para penganutnya. Subhanallah, ya. 😀 
Nah, lalu kayak apa sih perayaan
Maulid Nabi di berbagai daerah Indoneia yang konon merupakan ‘rumah’ dengan
penduduk muslim terbanyak di dunia? Khusus di Provinsi kita tercinta ini, ada
yang dikenal dengan tradisi Panjang Mulud, atau diistilahkan juga dengan Ngeropok (ada juga dengan menyebut Ngegropok) Panjang Mulud. Hayo…
hayo… pada tau dong! 
Arti dari Ngeropok atau Ngegropok sendiri
secara harfiah dapat diterjemahkan sebagai “Ngeriung
(kumpul-kumpul), atau juga ada yang menerjemahkan sebagai ajang rebutan dari
“Panjang Mulud” itu sendiri.
Tradisi ini berkembang dan tumbuh
di tengah-tengah masyarakat, salah satunya oleh masyarakat Serang, baik di
kampung-kampung, di perumahan secara sederhana, maupun menjadi even besar yang
diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah. 
Ya ampun! Jadi nostalgia masa-masa
kecil, deh. B-Ders pasti antusias bingit pas perayaan Panjang Mulud, kehan?
Paling seru tuh liat pawai dengan kendaraan lucuk-lucuk yang diarak sepanjang
jalan kota. 
By the way—anyway—bus way, apa sih komentar anak muda Banten
tentang perayaan Maulid Nabi di daerah mereka. Yuk, ah, kita kepoin satu-satu.
Kalo kata Rendy Hidayat, mahasiswa
Untirta, muludan (Maulid Nabi adalah punya kenangan paling seru masa kecil. “Di
tempat gue tuh kalo lagi muludan, pas rame sama pawai obor anak-anak. Dulu gue
paling antusias ikutan pawai bareng temen-temen dari pesantren. Duh, kangen
suasana begitu,” kenangnya saat Gen B temui. Rendy yang lagi melaksanakan Kerja
Praktik di salah satu stasiun TV swasata ini berpendapat, seharusnya anak muda
ikut andail dalam perayaan Maulid Nabi dengan memberikan ide-ide kreatif namun
tetap syar’i. Wih, setuju deh sama kamu, Rend!
Lain rendy, lain lagi dengan Hardia
Rayya. Penulis muda asal Balaraja ini paling demen kegiatan ngaji dan
shalawatan di malam perayaan Maulid Nabi. “Iya, paling suka sama shalawatan
bareng-bareng, Beberapa ada yang baca Barzanzi sebagai wujud cinta kepada
Kanjeng Nabi,” akunya pada Gen B.
Hardia juga setuju kalau merayaan
Maulid Nabi berkaitan dengan budaya. Tradisi masyarakat muslim ini menunjukkan
bahwa Islam datang untuk berbaur dengan budaya asli masyarakatnya. “Intinya kan
ungkapan cinta pada Nabi, selama tidak mendatangkan keburukan, Islam pasti
menerima, kok. Islam itu agama yang dinamis. Kita sebagai anak muda kudu
kreatif. Nggak zaman lagi deh dakwah pake pedang dan perang.”
Perayaan Maulid Nabi memang identik
dengan ungkapan kecintaan kepada Nabi Muhammad, ya, B-Ders. Lain lubuk lain ikannya,
lain daerah, lain juga tradisinya. Kalau kata Mas Bro Gilang Romadhon yang asli
Carita, “Kalo di kampung gue, Carita, Pandeglang, pasti rame ngehias “pepentul”
telor-telor (makanan) dengan kertas warna-warni, kemudian dikumpulin di satu
masjid. Di masjid kita ngadain reriungan, berdoa, dan bershalawat buat Nabi
Muhammad,” papar mahasiswa Teknik Untirta Cilegon ini. Tradisi ini biasanya
bergilir tiap tahun dari satu masjid ke masjid yang lain. Tujuannya agar
silaturrahim antarwarga kampung tetap terjalin dengan baik. Sebagai anak muda,
Gilang sependapat sama Hardia bahwa kreasi dalam perayaan Maulid Nabi syah-syah
saja dilakukan asal nggak melanggar syariat. “Acara kayak ini justru bisa
dijadiin ajar syiar juga, kita tunjukin ke dunia bahwa Islam agama yang damai,
ceria, dan tentunya kreatif.”
Ya ya ya. Apapun tradisinya, tetap
Islam agamanya, dan intinya tetap ngerayain hari kelahiran Nabi Muhammad SAW,
ya, B-Ders! [*]
@setiawanchogah
TINGGALKAN KOMENTAR

TULISAN TERKAIT:

SMAN 1 Serang; Perpus yang Oke Banget! SMAN 1 SerangPerpus yang Oke Banget!  (Majalah Story, 25 Feb-25 Maret 2012)Rintik mengeja bumi saat aku dan Hilal mendatangi SMAN 1...
SMAN 2 Kota Serang Satu dalam Dzikir Dzikir akbar SMAN 2 Kota Serang, Selasa (9/4/13)SMAN 2 Kota Serang Satu dalam DzikirOleh: Setiawan Chogah(Dimuat di Banten Muda, 10 Apr...
SMAN 3 Batusangkar SMAN 3 BatusangkarSiswanya Demen Buku-Buku Motivasi(Story Teenlit Magazine edisi 25 Okt-24 Nov 2012)Sumatra Barat memang gudangnya ora...
Bagikan tulisan ini: